Kamis, 15 September 2011

Arti Bibit Bebet Bobot

Bibit bebet bobot adalah tiga kata sederhana yang menjadi parameter orang jawa dalam memilih calon menantu baik laki-laki atau perempuan.
Falsafah ini sebetulnya timbul akan kekawatiran para orang tua(khususnya jawa) dalam perkawinan anaknya kelak.

Bibit artinya orang tua ingin memastikan bahwasanya menantunya adalah dari keluarga baik-baik,bukan anak seorang penjahat atau bahkan anak seorang koruptor. Dalam artian bibit disini lebih menekankan anak siapa calon menantunya.

Bebet berarti kesiapan atau kondisi ekonomi calon menantu, yang berarti bahwasanya sang orang tua tidak ingin anaknya mengalami kesulitan akan materi
dalam membina kelangsungan pernikahannya. Alhasil bebet di titik beratkan pada sisi materi dalam konsepsi tersebut.

Bobot adalah kualitas individu dari sang calon menantu.yang bisa diartikan seberapa sukses calon menantu dalam menjalani kehidupan dan sejauh mana sang menanntu mau belajar dan seberapa terpelajar.

Konsep sederhana tersebut kini telah menjadi patokan dan tolak ukur bagi para orang tua untuk memlih calon menantu serta tidak hanya berlaku di jawa saja.
Ada cenderung pemahaman yang kebablasan dalam menerapkan konsep ini.

Dimana bibit dipandang semata-mata hanya anak siapakah dia apakah pejabat, menteri atau orang penting. Seakan tak ada tempat dalam kontek ini untuk anak dari pengayuh becak misalnya. Padahal kalau mau mengkaji lebih dalam,anak seorang pejabat pun belum pasti mendapat didikan yang baik dan anak pengayuh becak pun juga belum tentu dididik buruk oleh orang tuanya.

Dalam bebet pun kini hanya dipandang sempit,seberapa kaya kah calon menantu dan tidak pernah memandang darimanakah kekayaan itu didapat, seakan tidak ada tempat buat orang yang pas-pas an dan sederhana.

Bobot pun tak kalah ironis.
Dalam bobot kini hanya memandang gelar atau jabatan sang calon menantu.
Padahal tingginya gelar belum tentu tinggi juga akhlak serta kepribadiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar